Skip to main content

1.2 Elemen Dasar Alam Semesta

Catatan terjemahan
Bab ini diterjemahkan dengan AI dari edisi sederhana dan mungkin mengandung kesalahan. Mohon laporkan jika ada masalah terjemahan.

Pengetahuan tentang Asal Usul Segala Sesuatu

1.2.1 Selama hidup di bumi, manusia tidak dapat mengetahui segala sesuatu tentang asal usul segala sesuatu.

1.2.2 Beberapa kebenaran masih tersembunyi, karena dalam keadaan kita saat ini, pikiran mempunyai batas. Saat kita menjadi lebih dimurnikan, tabir ini sedikit demi sedikit tersingkap.

1.2.3 Sains adalah sarana kemajuan. Dengan mempelajari alam, manusia bisa belajar banyak, namun ilmu pengetahuan tidak bisa melewati batas yang ditentukan Tuhan. Semakin banyak ciptaan dipahami, semakin seseorang harus mengenali kebijaksanaan dan kuasa Sang Pencipta.

1.2.4 Kesombongan manusia seringkali berujung pada kesalahan. Manusia membuat sistem dan teori yang nantinya harus diperbaiki, dan kesalahan tersebut seharusnya mengajarkan kerendahan hati.

1.2.5 Ada juga pengetahuan yang tidak datang melalui indera saja. Ketika Tuhan menilainya berguna, kebenaran mungkin akan terungkap yang tidak dapat dicapai oleh ilmu pengetahuan dengan sendirinya. Namun pengetahuan ini tidak pernah lengkap. Diberikan sesuai dengan kemanfaatannya dan kesiapan orang yang menerimanya.

Roh dan Materi

1.2.6 Alam semesta mempunyai dua prinsip umum: roh dan materi. Kita tidak mengetahui asal muasal mereka; itu hanya milik Tuhan. Tapi kita bisa memahami sesuatu tentang apa itu dan bagaimana mereka bergabung.

Urusan

1.2.7 Materi sering kali diartikan sebagai sesuatu yang mempunyai perluasan, dapat mempengaruhi indera, dan dapat menahan atau menghalangi benda lain. Ini berguna, tapi terlalu terbatas.

1.2.8 Materi bukan hanya apa yang kita lihat dan sentuh. Ia mungkin juga ada dalam bentuk yang sangat halus sehingga indera kita tidak dapat mendeteksinya. Meski begitu, itu tetap penting.

Roh

1.2.9 Roh adalah prinsip cerdas alam semesta.

1.2.10 Sifat terdalamnya sulit untuk kita gambarkan, karena bahasa manusia sebagian besar dibuat untuk hal-hal materi. Namun, apa yang tidak dapat ditangkap oleh indera bukanlah apa-apa. Kecerdasan adalah salah satu kualitas penting dari roh.

Perbedaan dan Persatuan Roh dan Materi

1.2.11 Roh dan materi berbeda. Roh bukanlah materi, dan materi dengan sendirinya tidak berpikir.

1.2.12 Namun roh perlu bergabung dengan materi agar dapat bertindak di dunia material. Dalam diri kita, kesatuan inilah yang memungkinkan roh untuk memperkenalkan dirinya melalui kehidupan jasmani. Kami tidak sepenuhnya memahami cara kerja serikat ini, namun kedua prinsip tersebut tetap berbeda.

Elemen Umum Alam Semesta

1.2.13 Alam semesta memiliki dua elemen umum: materi dan roh. Di atas keduanya adalah Tuhan, Pencipta segala sesuatu.

1.2.14 Materi harus dipahami dalam pengertian yang lebih luas daripada benda yang kasar dan terlihat. Antara roh dan materi biasa juga terdapat elemen yang lebih halus, sering disebut cairan universal, yang berfungsi sebagai perantara.

1.2.15 Cairan universal ini termasuk dalam unsur material, tetapi dalam keadaan yang lebih halus. Melaluinya, roh dapat bertindak berdasarkan materi, dan hubungan antara keduanya menjadi mungkin.

Batasan Bahasa dan Manusia

1.2.16 Banyak perselisihan lebih banyak timbul dari kata-kata dibandingkan dari hal-hal itu sendiri. Bahasa manusia terbatas ketika mencoba berbicara tentang apa yang berada di luar indra.

1.2.17 Yang tampak jelas adalah bahwa materi dan kecerdasan tampak bagi kita sebagai dua prinsip yang berbeda, meskipun hubungan terdalamnya masih luput dari perhatian kita.

Tuhan Di Atas Roh dan Materi

1.2.18 Di atas roh dan materi adalah kecerdasan tertinggi yang mengatur segalanya: Tuhan.

1.2.19 Jadi urutannya begini: materi, roh, dan cairan yang menghubungkannya di dalam ciptaan, semuanya di bawah kuasa Tuhan, yang merupakan sumber dan penopang segalanya.

Sifat-Sifat Materi

1.2.20 Berat adalah milik materi hanya sebagaimana manusia biasanya memahaminya. Hal ini tidak berlaku sama pada cairan universal, zat halus yang membentuk materi yang lebih padat. Berat badan itu relatif, tidak mutlak. Jauh dari tarikan dunia, tidak ada beban, sama seperti tidak ada naik atau turun.

1.2.21 Materi tidak terbuat dari banyak elemen yang benar-benar pertama. Ada satu elemen primitif. Apa yang kita sebut benda sederhana hanyalah bentuk berbeda dari materi aslinya.

1.2.22 Sifat-sifat materi yang berbeda berasal dari perubahan molekul-molekul elementernya dan cara penyusunannya. Keanekaragaman dunia material berasal dari berbagai wujud zat yang sama.

1.2.23 Rasa, bau, warna, suara, dan kualitas tubuh yang berbahaya atau menyembuhkan semuanya muncul dari perubahan ini. Mereka juga bergantung pada organ yang menerimanya.

Elemen Umum Alam Semesta

1.2.24 Materi dasar yang sama dapat mengalami segala macam modifikasi dan memperoleh segala macam sifat. Jadi keanekaragaman benda tidak memerlukan banyak zat asli, tetapi banyak keadaan dan kombinasi dari satu zat primitif.

1.2.25 Oksigen, hidrogen, nitrogen, karbon, dan unsur-unsur lain yang dianggap sederhana dalam sains hanyalah modifikasi dari materi primitif tersebut. Karena unsur primitif belum dapat diamati secara langsung, ilmu pengetahuan masih dapat memperlakukannya sebagai unsur untuk tujuan praktis.

1.2.26 Kualitas sekunder benda juga bergantung pada gaya, pergerakan, dan susunan molekul. Suatu benda bisa menjadi buram atau transparan tanpa mengubah substansi dasarnya, hanya karena susunan bagian-bagiannya telah berubah.

1.2.27 Molekul elementer primitif mempunyai bentuk yang konstan. Molekul sekunder, yang merupakan pengelompokan molekul pertama, dapat bervariasi.

1.2.28 Di balik banyaknya penampakan alam terdapat kesatuan yang lebih dalam. Bentuk-bentuk benda berasal dari transformasi dan kombinasi dalam satu materi primitif, yang diatur oleh hukum.

Ruang Semesta

1.2.29 Ruang universal tidak terbatas.

1.2.30 Jika ruang mempunyai batas, pasti ada sesuatu yang melampaui batas tersebut. Tapi kemudian ruang angkasa akan terus berlanjut. Jadi, hal ini tidak dapat benar-benar berakhir, meskipun hal ini sulit dibayangkan oleh pikiran manusia.

1.2.31 Juga tidak ada kekosongan mutlak dalam ruang universal.

1.2.32 Apa yang terlihat kosong, sebenarnya tidak kosong. Dunia ini dipenuhi dengan berbagai macam materi atau substansi yang tidak dapat dideteksi oleh indra kita, dan bahkan instrumen kita. Jadi apa yang tampak seperti kehampaan, bagi kita hanyalah kosong.